" Terkadang ada hal-hal yang perlu dibiarkan saja berjalan semestinya. Seperti yang hilang tak perlu dicari,
tak perlu mengejar yang telah pergi karena dengan begitu bisa jadi digantikan yang lebih baik lagi.
Percayalah,setelah banyak kesabaran yang dilalui,kelak akan ada yang lebih layak untuk mendapatkan mu,yang lebih bisa mencintai mu,dan menghargai keberadaan mu. " 🌹
Petani padi sawah hampir dapat dijumpai di 8 kabupaten yang ada di pulau Flores. Namun yang terbanyak berada sisi barat, di tiga kabupaten yang dulunya satu kabupaten Manggarai, sebelum dimekarkan menjadi Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat. Namun bukan saja hasil sawahnya. Keunikan sawah di Manggarai seperti di Kecamatan Lembor Manggarai Barat, Cancar di Kecamatan Ruteng Manggarai dan Kampung Rawang, Kecamatan Lambaleda Manggarai Timur adalah pada bentuknya. Ya, sawah di area ini berbentuk seperti jaring laba-laba atau yang disebut lodok dalam bahasa lokal. Bentuk sawah unik ini, bagi masyarakat Manggarai terkait dengan fungsi sawah yang terkait dengan pola pengelolaan lahan secara adat. Lingko, demikian sistem pembagian sawah disebut, merupakan tanah adat yang dimiliki secara komunal untuk memenuhi kebutuhan bersama masyarakat adat yang pembagiannya dilakukan oleh ketua adat. Filosofi Lodok dan Jari Tangan Marius Ardu Jelamu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pro...
daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyimpan banyak warisan budaya, salah satunya desa atau kampung adat. Salah satu kampung adat tertua di sana ialah Kampung Adat Todo, di Kecamatan Satarmase, Manggarai, NTT. Selain keunikan bangunan dan kebudayaannya, kampung adat ini terkenal dengan salah satu pusaka khasnya, yaitu gendang. Gendang di sini bukan sembarang gendang biasa, tetapi terbuat dari kulit manusia. Kabar sebagai salah satu kampung adat tertua yang juga memiliki pusaka unik,Untuk mengunjunginya,kita perlu merasakan perjalanan yang cukup panjang, sekitar 2 jam dalam perjalan dengan medan yang bekelok-kelok. "Gandang itu sebenarnya punya cerita yang sangat berarti bagi kerajaan-kerajaan Manggarai. Gendang itu (dibuat) dari kulit wanita cantik nan sakti, yang dulu kisahnya diperebutkan oleh tiga kerajaan," tutur Titus Jegadut, Penanggung Jawab Pariwisata di Kampung Adat Todo,di kala itu. Titus menceritakan legenda kampung kelahirannya ters...
OPINI— Pada saat ini, dunia sedang menghadapi masalah besar. Berawal dari munculnya suatu wabah penyakit yang disebabkan oleh virus, yaitu virus corona yang akrab disebut Covid 19, hampir semua aspek kehidupan mengalami perubahan-perubahan yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, mendebarkan seluruh isi dunia. Dunia perekonomian semakin lemah, hubungan sosial semakin menurun yang menyebabkan kurangnya interaksi dan kepedulian terhadap sesama, Semuanya telah merasakan dampak dari virus covid 19 ini, terutama pada dunia pendidikan. Kita harus siap menghadapi perubahan ini, karena cepat atau lambat pendidikan akan mengalami perubahan drastis akibat pandemi covid 19. Saat ini pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan, salah satunya meliburkan aktivitas (tatap muka) seluruh lembaga-lembaga pendidikan, hal ini dilakukan sebagai upaya-upaya pencegahan penularan virus corona atau covid 19 ini. Hal ini tentunya berdampak besar pada perkembangan pendidikan anak, yang saat ini dit...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus