Petani padi sawah hampir dapat dijumpai di 8 kabupaten yang ada di pulau Flores. Namun yang terbanyak berada sisi barat, di tiga kabupaten yang dulunya satu kabupaten Manggarai, sebelum dimekarkan menjadi Manggarai, Manggarai Timur dan Manggarai Barat. Namun bukan saja hasil sawahnya. Keunikan sawah di Manggarai seperti di Kecamatan Lembor Manggarai Barat, Cancar di Kecamatan Ruteng Manggarai dan Kampung Rawang, Kecamatan Lambaleda Manggarai Timur adalah pada bentuknya. Ya, sawah di area ini berbentuk seperti jaring laba-laba atau yang disebut lodok dalam bahasa lokal. Bentuk sawah unik ini, bagi masyarakat Manggarai terkait dengan fungsi sawah yang terkait dengan pola pengelolaan lahan secara adat. Lingko, demikian sistem pembagian sawah disebut, merupakan tanah adat yang dimiliki secara komunal untuk memenuhi kebutuhan bersama masyarakat adat yang pembagiannya dilakukan oleh ketua adat. Filosofi Lodok dan Jari Tangan Marius Ardu Jelamu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pro...
daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyimpan banyak warisan budaya, salah satunya desa atau kampung adat. Salah satu kampung adat tertua di sana ialah Kampung Adat Todo, di Kecamatan Satarmase, Manggarai, NTT. Selain keunikan bangunan dan kebudayaannya, kampung adat ini terkenal dengan salah satu pusaka khasnya, yaitu gendang. Gendang di sini bukan sembarang gendang biasa, tetapi terbuat dari kulit manusia. Kabar sebagai salah satu kampung adat tertua yang juga memiliki pusaka unik,Untuk mengunjunginya,kita perlu merasakan perjalanan yang cukup panjang, sekitar 2 jam dalam perjalan dengan medan yang bekelok-kelok. "Gandang itu sebenarnya punya cerita yang sangat berarti bagi kerajaan-kerajaan Manggarai. Gendang itu (dibuat) dari kulit wanita cantik nan sakti, yang dulu kisahnya diperebutkan oleh tiga kerajaan," tutur Titus Jegadut, Penanggung Jawab Pariwisata di Kampung Adat Todo,di kala itu. Titus menceritakan legenda kampung kelahirannya ters...
Sepasang singa berdiam Di sudut bentara bersandar Sambil bercakap-cakap Bungkam kemari sambar Sembari wajah berpapasan empat mata Tajam melotot bersama katup gemetar. Terserah dada gemetar liar tak tentu arah Singa terancam maut Saat ceramah hening Bersama mulut gosip bisu Kini dunia ini Berkata salah Aku dan yang lain Sasaran ceramah. Sampai kapan pun kau berbisik? Busung lapar, Miskin bahan Ceramah tak salah Engkau bermasalah rusak jiwa Otak bobrok Tinggal kosong Omong kosong Nongkrong penuh Kau sombong. BY.Enu Morestika Simpat
Komentar
Posting Komentar